Home / Ari Widi / Menulis Itu Tidak Langsung Instant

Menulis Itu Tidak Langsung Instant

Banyak yang bertanya jadi penulis itu enaknya di mana sih? Jadi penulis itu kayak gimana sih? Lalu ada juga yang bilang, “wih keren banget.” Dan akhirnya ada yang pingin jadi penulis juga. Syukurlah kalau begitu. Padahal kepengennya doang. Buntut-buntutnya berhenti di tengah jalan. Loh? Banyak juga yang seperti ini.

Aku saja masih belajar dan masih mempelajari bagaimana para penulis senior dan profesional itu. Bagaimana mereka bisa konsekuen menjadi penulis. Bagaimana juga tekad keras mereka dalam menulis.

Sebenarnya ini yang perlu kita tiru. Maksudnya bukan meniru banget loh. Tetapi kebaikannya kita tiru. Bagaimana ia bisa konsekuen dengan pilihannya. Bagaimana ia meniatkan dahulu saat ingin menjadi seorang penulis.

Aku pernah bertanya pada seorang sahabat. Ia kepingin katanya bisa menulis. Aku cuma tanya satu, “kamu mau nulis apa?” itu saja pertanyaanku. Lalu ia menjawab “ingin bisa nulis aja.” aku sih senyum-senyum saja. Eh, tapi ini senyum ikhlas loh. Senang saja punya teman yang ingin menulis.

Kemudian aku cuma bilang. Niatkan. Itu adalah “Hard Word” aku. Jika ada teman yang mempertanyakan itu aku akan menjawab dengan kata itu saja. Kenapa? Karena bagi aku menulis jika tidak disertai niat itu akan nihil. Oke, bukan hanya menulis. Tetapi hal lain apapun itu. Ingin menikah misalkan, atau apalah. Jika tanpa niat itu tidak akan ada artinya. Mungkin ke depannya akan berjalan baik atau sebaliknya. Tetapi jika niat tulus. Aku yakin pasti akan berhasil dan berkembang.

Seperti halnya menulis atau ingin menjadi seorang penulis kau sertakan niat dahulu. Lalu niat mempelajari apapun tentang menulis. Niat untuk melakukan hal-hal yang berhubungan dengan dunia menulis. Niat juga untuk selalu memahami lebih dalam seperti apa kehidupan seorang penulis. Dari situ, yang hanya sebuah niat saja akan membuat kita mencintai pekerjaan kita. Karena masih banyak loh yang menganggap remeh seorang penulis. Apapun itu diniatkan saja. Jangan setengah-setengah eh akhirnya menyerah. Sebenarnya menulis itu semua pasti bisa melakukan. Seperti saya perhatikan banyak sekali caption-caption di media sosial yang ajip banget kata-katanya. Buatku itu bagus. Dan bukan dari seorang penulis kata-kata itu. Aku rasa jika dia mengasah semua itu, aku yakin ia bisa jadi seorang penulis. Percayalah bukan profesi penulis.

Profesi apapun tidak berjalan dengan instan, semua perlu tahap. Tidak langsung jadi. Ajaib dong kalau langsung jadi. Banyak penulis-penulis terkenal yang memulai karir menulisnya benar-benar dari nol. Membuat naskah lama pembuatannya bertahun-tahun lalu ditolak penerbit. Dan berkali-kali. Itu banyak terjadi. Tetapi apa? jika dari awal kita punya niat itu semua tidak membuat kendor semangat. Malah makin semangat memperbaiki. Kemudian tetap membuat tulisan, memperbaikinya, lalu mencoba mengirim kembali. Gagal! Ia pun tetap tidak menyerah. Nah, jangan mengira semua serba instan. Mereka pun melalui hal-hal seperti dinyinyirkan karyanya juga ditolak oleh Penerbit. Jelek lah, anehlah, apalah-apalah. Padahal menurut aku itu ciri khas loh. Penulis banyak. Tetapi ciri khas mereka berbeda. Makanya itulah cara kita dalam menyimpulkan serta membedakan penulis yang satu dengan yang lain. Jadi mudah kan?

Jadi semua bisa jadi penulis. Asalkan niat dan konsisten. Serius. Tidak malas. Sering mencari info kepenulisan. Membaca buku. Bagiku bohong penulis tidak membaca buku. Mereka yang tidak menulis saja bukunya berlimpah. Dan akan mengoleksi buku penulis idolanya. Masa kamu yang ingin jadi penulis tidak membaca?

Kembali aku tekankan niatlah jika ingin menulis. Jika kamu sudah di dalam niat tersebut, konsistenlah. Artinya lakukan semua seabrek hal tentang kepenulisan. Tulislah apapun setiap hari. Jangan malu. Jangan perduli orang bilang tulisanmu jelek. Belum tentu mereka bisa kok kayak kamu. Menulislah dari hatimu paling terdalam.

Aku sendiri bukanlah seorang penulis profesional dan berbakat. Tetapi aku suka menulis sejak dulu. Aku sudah berniat sejak dulu. Aku juga konsisten dengan niatku. Kuncinya satu, kita hanya manusia yang berusaha sekuat hati kita. Jadi cobalah untuk selalu rendah hati Down to Earth. Kenapa? kita ini menulis loh. Bukan untuk disombongkan. Tetapi berharaplah tulisan kita menjadi inspirasi. Bukan menjadi penghalang. Jadikan tulisan kita ditiru dan diambil sisi positifnya dan tulisan kita juga bermanfaat bagi banyak orang. Bukan artinya harus diplagiatkan loh gaes.

Pujilah tulisan mereka yang menulis apapun. Ini adalah awal kesuksesanmu. Makanya jangan lupa memperhatikan penulis lain dalam menulis. Berkawanlah dengan sesama penulis lain, saling bertukar ide dan sebagainya. Mengajak mereka yang ingin jadi penulis dengan lapang dada. Jika masih ada penyinyir biarkan saja. mungkin mereka belum paham benar dunia menulis. Jangan menjadi ajang bersaing. Bukan itu. Maksudnya membuat kita memacu saja keinginan kita. memacu tetap berkarya. Bukan lalu menyaingi dan berusaha menjatuhkan. Memberi semangat akan lebih baik lagi. Itulah seorang penulis. Kembali ke awal. Salinglah memuji karya teman kita. Mereka perlu semangat, dan tanpa sengaja itu juga akan menyemangati kita sendiri.

Membagi ilmu, meski ilmu kita belum apa-apa. Seperti aku. Aku paling menyukai ada seseorang yang menanyakan padaku tentang menulis. Sebisanya apa yang kuketahui pasti akan aku bagi. Bagaimana melewati pengalaman dari belum taunya menulis sampai aku sedikit paham tentang dunia ini.

Percayalah! Ini sangat menyenangkan!

Salam Literasi

About Ari Widi

Check Also

MEMBERI MAAF DENGAN TULUS

Meminta Maaflah Satu kata singkat dan sederhana ini amat berat dilakukan bagi sebagian orang. Entah …

51 comments

  1. Iya betul banget emang ga ada yang instant, mie instant aja harus di masak dulu hehe, akupun masih belajar abis baca tulisan ini niat buat nulis jadi tambah membara hehe

  2. Aku pernah ikut challenge menulis 30 hari nonstop kak, dan ternyata untuk menjadi seorang penulis itu susah bangeettt.

    Awalnya aku ngira challengenya cuma sekedar menulis nonstop, ternyata enggak sesederhana itu wkwk. Ternyata cara menulis yang benar, tulisan mengandung nilai manfaat atau enggak, sampai ejaan juga diperhatiin banget.

    Makanya salut banget buat penulis-penulis yang udah nerbitin buku. Aku jangankan nulis buku, nulis cerpen aja masih morat-marit 😂

  3. tuty prihartiny

    Tulisan mBak Ari teh menginspirasi. Semoga suatu hari saya bisa menulis seuatu yang menginspirasi para pembacanya. Suka dengan konsistensi Mbak sharing berbagai hal tentang menulis dari sisi lain. Terimakasih banget ya Mbak

  4. Pengen banget sebenernya gw jadi penulis tapi karena gw jarang baca buku jadi bank kata2 gw terbatas. Musti banyak baca dan menulis terus nih

  5. memang yang pertama tuh harus niat. kalo udah niat duduk sebentar aja udah keluar semua idenya. dan kita juga harus berusaha konsisten ya mbak ari.

  6. Aku suka banget kalimat penutupnya, “Percayalah! Ini sangat menyenangkan!” setuju, mba, menulis itu menyenangkan

  7. Aku dari SMP sampe SMA seneng banget nulis cerpen, setelah lulus SMA pengen bisa jd penulis dan terbitin buku. Tapi entah kenapa semenjak kuliah langsung hilang niatnya, sekarang pengen aktif lg jd penulis blog seperti kak ariwidi.

  8. bener banget mbak widi… apapun itu tidak hanya menulis, semuanya butuh proses.. kita harus percaya.. usaha tidak akan menghianati hasil…

  9. Bener sekali. Tidak ada yang instan. Mulai dari niat dan butuh kebiasaan. Insha Allah disitulah proses berlangsung. Terimakasih sudah berbagi tentang menulis

  10. Segala sesuatunya memang nggak ada yang instan ya. Suka sekali sama tulisannya, memotivasi. Thanks for sharing, Mbak.

  11. Wah ini bener banget. Masih banyak yang tergoda menulis dengan tujuan untuk meraih keuntungan. Padahal udh kesana pun tidak mudah, makanya banyak yang berhenti ditengah jalan. Terimakasih kak untuk tulisannya. Baguss

  12. Wah, so true mbak. Suka banget sama tulisannya. Nulis gampang, tapi nulis yang bermanfaat rada susah plus konsisten nya yang sulit hahaha

  13. Setuju sekali kak…
    Menulis itu memang butuh tekat yang kuat
    Mungkin semua orang bisa menulis
    tapi tidak semua orang bisa menulis secara konsisten

  14. Bener banget dalam menulis butuh proses, tapi memang membangkitkan mood untuk menulis itu yang susah apalagi kalau lagi gak ada inspirasi hehe

  15. Iya mba, niat & konsistensi emang penting banget..
    Niat yang oke, tapi kalo kurang konsisten jemput inspirasi, akhirnya jadi kehabisan ide..
    Terus kalo semangat ngejar inspirasinya oke, tapi niatnya kurang oke, biasanya agak keliatan gitu ya dari bahasa tulisannya..hehe..

    Yuk, semangat, semangat, maraton di atas papan ketik 😀

  16. menulis itu butuh dia. eh butuh konsisten maksudku, dan ini yg plg susah

  17. Tes, semoga komennya masuk. Dari kemarin dah coba komen tapi ga masuk. Setuju menulis memang tidak instant, butuh latihan hingga bisa menulis dengan baik. Catatanku Mba, coba dicek kembali penulisannya yang benar konsekuen atau konsekwen? Lalu istilah yang benar hardword, atau hard work? (soalnya aku bingung) ada satu paragraf yang terlalu panjang Mba, sebaiknya dibagi menjadi dua paragraf. Semangat terus

    • di sini adalah saat yang ditunggu. hardword mbak Yun, bukan hardwork. makasih koreksinya, ini yang benar-benar aku butuhkan. karena aku masih terus belajar. terima kasih mbak Yuni.

  18. Makasih ka tulisannya, sangat memotivasi buat aku yang semangat nulisnya masih kembang kempis 😄

    • terima kasih kembali mbak Anes, dirimu pun juga memotivasi aku dengan tulisan-tulisan mu yang perlu aku pelajari. Kita saling sharing ya.

  19. Terima kasih ya sudah betbagi artikel ini. Kiat paling mendasar yang malah sering dilupakan banyak orang. Hal utama yang perlu dilakukan untuk menjadi seorang penulis yah tak lain dan tak bukan adalah Menulis.

    • Iya benar sekali Maria, kadang kita masih mennyepelekannya. Akupun belum sempurna dalam hal ini. Masih perlu belajar lebih mendalam.

  20. Mau banget, bisa konsisten menulis.. Mau mememulainya kok susah banget yaa.. Hiks..

  21. Suka sekali sama tulisannya. Informatif banget.

  22. bisa jadi inspirasi buat menulis nih, terima kasih sharing nya mba semoga saya bisa menulis seperti mba ariwidi.

  23. pada intinya adalah tumbuhkan niat terlebih dahulu di dalam diri kita ya, mbak..
    terima kasih atas sharingnya 🙂

  24. Setuju, menulis itu nggak instant. Tetap harus belajar dan belajar lagi, yang paling sulit itu konsisten dan ngilangin rasa males buat nulis.

  25. Whoooaa kyak apa yang aku rasain sekarang, up and down banget niatnya, belum bisa istiqomah.. Semoga dengan arisan Blog ini bisa membantu minimal motivasi eksternal dulu ya Ka.. Nuhun tulisannya 🙂

  26. Ini tulisan nya dari awal menggambarkan gimana hanya keinginan menulis dan memotivasi buat kita punya niat kuat menulis hehe

    Makasih kak hehe

  27. Apalagi ngeblog, dari mulai dasar-dasarnya kaya ngatur tema dll itu ga intsan. Dan intinya si semuanya termasuk menulis butuh konsistensi kalo mau hasilnya maksimal.

  28. Iya ka. Menulis memang tidak bisa instan. Bahkan niat untuk menulis saja harus di kumpulkan dengan kerja keras. Apalagi konsisten dalam menulis harus punya niat dan tekad yang kuat. Salut sama yang bisa menulis 1 tulisab dalam 1 hari